Bro, lo tau kan pentingnya audio di game? Footstep musuh di Valorant, suara airdrop di PUBG Mobile, sampe skill sound effect di MLBB — semuanya butuh headset yang jelas. Tapi nggak semua orang punya budget Rp 500 ribu ke atas buat headset gaming premium.
Nah, PLAYZ penasaran: emang ada headset gaming budget Rp 100 ribuan yang beneran oke? Jawabannya... ada! Tapi lo harus tau mana yang worth it dan mana yang cuma gimmick LED doang. Let's dive in!
Kriteria Review
Semua headset kita review berdasarkan 5 aspek:
- Kualitas suara — seberapa jelas audio in-game, terutama footstep dan positional audio
- Kenyamanan — enak nggak dipake 2-3 jam nonstop
- Build quality — kira-kira tahan berapa lama
- Mic quality — temen squad bisa denger suara lo dengan jelas nggak
- Fitur bonus — RGB, volume control inline, etc.
1. Rexus Vonix F30 — Rp 120,000
Rating: 8.5/10
Rexus udah jadi brand langganan gamer budget Indonesia. Vonix F30 punya driver 40mm yang cukup powerful buat harganya. Bass-nya tebel, cocok buat game action. Footstep di Valorant masih bisa di-detect dengan jelas.
Plus: Kabel braided kuat, earcup empuk, ada volume control inline
Minus: Mic agak kecil suaranya, perlu diatur di setting
2. DBE GM500 — Rp 95,000
Rating: 7.5/10
Opsi paling murah di daftar ini. DBE GM500 surprisingly oke buat harganya. Build-nya plastik semua, jadi agak ringkih, tapi suaranya lumayan jelas. Cocok buat backup headset atau buat adek yang masih suka banting-banting.
Plus: Murah banget, mic works fine
Minus: Build plastik, earcup agak kaku, nggak nyaman buat head besar
3. Fantech WH01 Go — Rp 135,000
Rating: 8.8/10
Best in class menurut PLAYZ. Fantech WH01 Go punya driver 50mm — biasanya cuma ada di headset harga Rp 300 ribu ke atas. Suaranya wide dan positional audio-nya bagus banget buat FPS games. Desain stylish dengan RGB yang subtle.
Plus: Suara superior, desain sleek, driver 50mm, super nyaman
Minus: RGB nggak bisa dimatiin (kalo lo tipe yang suka stealth)
4. Imperion Evo X — Rp 110,000
Rating: 7.8/10
Imperion Evo X adalah entry-level headset yang solid. Suaranya balanced, nggak terlalu bassy. Mic-nya cukup jelas dan ada mute switch di kabel — fitur yang jarang ada di harga segini.
Plus: Mic dengan mute switch, suara balanced
Minus: Earcup cepet panas kalo dipake lama
5. Sades SA-708 — Rp 145,000
Rating: 8.0/10
Budget paling tinggi di daftar ini. Sades terkenal bikin headset gaming value-for-money. SA-708 punya virtual 7.1 surround (software-based, jadi kualitasnya medium aja). Build-nya solid, ada RGB full rainbow di earcup.
Plus: Build kokoh, desain gamer banget, fitur 7.1
Minus: 7.1 virtual agak gimmicky, kabel agak kaku
Tabel Perbandingan
| Model | Harga | Driver | Rating PLAYZ | Best For |
|---|---|---|---|---|
| Rexus Vonix F30 | Rp120,000 | 40mm | 8.5/10 | All-around gaming |
| DBE GM500 | Rp95,000 | 40mm | 7.5/10 | Backup/travel |
| Fantech WH01 Go | Rp135,000 | 50mm | 8.8/10 | FPS gaming |
| Imperion Evo X | Rp110,000 | 40mm | 7.8/10 | Voice chat |
| Sades SA-708 | Rp145,000 | 40mm | 8.0/10 | Style & durability |
Verdict Akhir
Headset gaming budget 100 ribuan di 2026 beneran worth it kalo lo tau milihnya. PLAYZ rekomen Fantech WH01 Go sebagai best pick karena kualitas suara yang jauh di atas harga, atau Rexus Vonix F30 buat opsi yang lebih terjangkau dengan performa solid.
Yang penting: jangan cuma tergoda sama LED RGB doang. Prioritas utama itu kualitas suara dan kenyamanan. LED kalo suaranya kayak radio rusak juga percuma, bro!
FAQ
Headset gaming Rp 100 ribuan bisa buat main Valorant kompetitif?
Bisa! Fantech WH01 Go dan Rexus Vonix F30 punya positional audio yang cukup buat detect footstep musuh. Skill dan gamesense lo yang lebih penting daripada harga headset. Banyak pro player awalnya juga pake gear budget.
On-ear atau over-ear lebih baik?
Over-ear lebih disaranin buat sesi gaming panjang karena lebih nyaman dan noise isolation-nya lebih baik. Semua headset di daftar ini adalah over-ear.
Apakah harus beli yang ada fitur 7.1 surround?
Nggak harus. 7.1 virtual di headset budget biasanya cuma software processing yang nggak significant bedanya sama stereo biasa. Liat fitur ini sebagai bonus, bukan faktor utama.
Baca juga: Review gear gaming dan rekomendasi budget di PLAYZ